Di sini lah gue sekarang, sendiri di sebuah tempat penjual seblak langganan gue. Sejujurnya sewaktu gue menulis cerita ini gue udah ada di rumah karena gue gak mungkin bawa notebook gue ke tempat bebas karena notebook gue batere-nya rusak dan terpaksa gue harus selalu memasang adaptor untuk menyalakan notebook gue(Oke gue curhat sedikit). Sebenarnya tidak biasanya gue membeli seblak sendirian, gue tau, sendirian itu terdengar seperti tidak mempunyai teman untuk di ajak. Sebenarnya ada banyak teman yang bisa gue ajak untuk membeli seblak, tapi kali ini gue memilih untuk sendiri. Alasan gue sendirian adalah karena gue ingin memikirkan dan merenungkan semua yang telah terjadi, hanya sendirian, di tambah lagi gue sebenarnya lagi berantem sama pacar gue karena ada masalah.
Masalah gue sama pacar gue sebenarnya hanya karena gue cemburu tapi pacar gue belum minta maaf sama gue waktu di sekolah, jadi ya mau gak mau kita berantem. Karena ingin memikirkan semua masalah gue yang ada, gue pun pulang sekolah hanya sendirian tanpa mengajak siapa pun, ya karena gue ingin sendiri. Saat hampir sampai ke rumah gue pun memutuskan untuk "belok" dulu ke tempat seblak langganan gue. Udah lama gue gak makan seblak di sana(Oke gue tau sumpah kalimat tadi emang gak penting.). Setibanya di tempat penjual seblak gue pun langsung memesan satu porsi seblak siomay dan se-cup Pop Ice rasa Blueberry. Sambil menyantap seblak gue pun sambil menyelesaikan masalah yang ada dengan pacar gue, lewat SMS. Sejujurnya gue kurang suka menyelesaikan masalah dengan pacar lewat SMS, karena rasanya sangat beda dengan menyelesaikan secara langsung, rasa lega karena sudah baikan terasa berbeda jika menyelesaikannya secara langsung, tapi ya apa boleh buat, karena jarak rumah kami yang tidak dekat kami pun terpaksa menyelesaikan masalahnya lewat SMS.
Tak terasa seblak dan Pop Ice pun habis, saat gue mau membayar datang seorang anak perempuan SD berambut poni yang cantik, pikiran pertama saat melihat anak perempuan itu adalah "Buset cantik juga tuh anak.", tapi begitu anak perempuan itu memesan, dia mulai berkata kata-kata yang tidak gue mengerti. Dia seolah-olah berkata " A-I-U-E-O."(Bukan, dia bukan lagi belajar abjad.), tapi setelah beberapa detik gue mendengarnya gue baru sadar ternyata anak perempuan itu memiliki penyakit sulit berbicara atau gagu(Bener gak sih gagu?). Melihat reaksi penjual seblak yang dari tadi mengangguk menerima pesanan dari anak perempuan gagu itu kelihatannya penjual seblak itu pun sudah terbiasa dengan anak itu.
Melihat anak perempuan gagu itu membuat gue teringat, ternyata Tuhan memang adil. Tuhan menciptakan anak perempuan itu gagu namun dia memiliki wajah yang cantik, belum lagi bakat yang terpendam dalam dirinya. Menurut gue itu semua adil, walaupun anak perempuan itu gagu tapi dia memiliki wajah yang cantik yang belum tentu di miliki anak perempuan yang terlahir bisa berbicara. Gue pun kagum dengan anak perempuan itu, dia sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi malu atau mengeluh karena tidak bisa berbicara, dia malah terlihat seperti anak perempuan lainnya yang ceria. Lagi pula gagu itu bisa di sembuhkan asalkan kita sabar menghadapinya dan asalkan kita punya niat untuk sembuh. Jadi apakah kita tetap ingin berkata bahwa Tuhan itu tidak adil?
Setelah melihat anak perempuan gagu itu gue pun langsung membayar dan pulang ke rumah. Di perjalanan pulang gue hanya sendirian sambil memegang HP gue karena masalah gue dengan pacar gue masih belum selesai. Sambil membalas SMS dari pacar gue, tiba-tiba terlintas dalam pikiran gue "Ternyata asik juga ya sendiri memikirkan dan merenungkan semuanya tanpa ada seorang pun yang mengganggu.". Tapi memang benar menyendiri itu bukan lah hal yang buruk, kita menyendiri bukan karena kita di jauhi orang di sekeliling kita atau karena kita tidak di hargai orang yang kita sayang, gue rasa alasan kita menyendiri adalah karena kita ingin memikirkan semuanya sendirii, mengambil jalan keluar atas semua masalah sendiri, tanpa ada campur tangan orang lain. Apakah salah jika kita menyendiri? Gue rasa tidak, karena suatu saat akan ada saatnya kita harus sendiri tanpa ada yang menemani, seperti kematian, kita belum tentu meninggal bersama orang kita sayang atau orang yang kita sayang ada saat kita meninggal.
Akhirnya setelah beberapa menit berjalan, gue pun sampai di rumah dan gue pun langsung ke kamar gue untuk menyalakan notebook. Dan masalah gue dengan pacar gue pun akhirnya berakhir, akhirnya kami pun baikan, tapi gue bilang ke pacar gue bahwa gue ingin minta waktu untuk menyendiri. Yap menyendiri untuk memikirkan dan merenungkan semua masalah dan juga menyendiri untuk menulis dan menyelesaikan postingan ini.
*Catatan: Suatu saat gue akan mencoba untuk main ke mall dan nonton Bioskop sendirian, do'akan gak ada yang nyulik gue oke!! (Emang ada ya yang mau nyulik.)