Gue tau judul Blog ini emang agak "gak banget", tapi sumpah gue gak ada buat ngasih judul lain, sumpah. Tapi isi postingan gue kali ini itu emang sesuai dengan judul postingan Blog nya, jadi daripada banyak basa-basi dan tetek bengek, gue mulai aja postingan nya.
Gue rasa cinta itu adalah suatu hal yang sulit di ungkapkan kata-kata, gue rasa cinta itu adalah suatu reaksi kimia yang bercampur dengan perasaan dalam diri kita yang menyebabkan reaksi quantum...oke cukup, gue mual nulis kalimat ilmiah tadi. Tapi emang bener menurut gue, cinta emang sesuatu yang sulit di ungkapkan oleh kata-kata. Kita bisa merasakan berjuta-juta "rasa" dalam hidup kita hanya dengan cinta. Rasa sakit hati, bahagia, sedih, galau, putus asa, semangat, senang, nyaman, risih, dan masih banyak lagi yang dapat kita rasakan hanya dengan cinta.
Gue kadang heran, kenapa manusia diciptakan dengan perasaan untuk saling mencintai, kalo cinta bisa bikin sakit hati dan putus asa, ngapain cinta di adain? Bukan nya cinta itu untuk ngebuat kita bahagia? Tapi ya itu lah hidup, satu kata yang terdengar indah bisa saja menyimpan beribu-ribu rahasia yang bisa saja menikam kita(Gue tau kalimat ini terlalu "berat", dan sebener nya gue juga gak tau kenapa gue nulis kalimat tadi.)
Dan dalam masalah memilih cinta, gue rasa itu udah mulai menyangkut batin dan diri kita sendiri. Sebener nya apa sih yang ngebuat kita bisa cinta sama seseorang? Karena dia cantik/ganteng? Karena dia kaya? Gue rasa enggak, menurut gue seseorang bisa jatuh cinta kepada seseorang karena mereka merasakan suatu perasaan yang tidak mereka rasakan kepada orang lain, yaitu perasaan "nyaman". Yap, alasan paling tepat kenapa seseorang jatuh cinta adalah karena mereka merasa nyaman dengan ada nya keberadaaan seseorang yang membuat mereka nyaman, merasa seperti memiliki suatu rumah untuk menyimpan hati mereka sendiri. Dengan ada nya rasa nyaman tersebut mereka akan merasa memiliki tempat untuk bernaung dari gelap nya dunia ini, tempat yang akan selalu menyediakan kebahagiaan di saat mereka kesedihan dan kesulitan dengan semua urusan dunia ini, tempat dimana mereka bisa di peluk erut dan menghapus air mata mereka.
Gue sendiri, dalam hal memilih pacar, gue paling gak suka di jodoh-jodohin, sumpah gue gak suka, kalo udah menyangkut sesuatu yang berhubungan perasaan gue paling gak suka di paksa-paksain. Lagipula untuk apa sih di jodoh-jodohkan atau dalam bahasa pergaulan ABG sih di mak comblangin(Gak tau bener gak tau kagak nulis nya,peduli amat ah.), menurut gue kalo untuk masalah hati, kita sendiri yang harus memilih sendiri tanpa ada tekanan dari orang lain. Memilih hati itu sama dengan memilih satu pintu keburuntungan dalam 100 pintu jebakan, salah milih pintu, maka kita akan menyesal.
Yap sesuai dengan judul postingan ini, memang benar menurut gue cinta itu memang seperti orang yang memakai kacamata. Oke gue ibaratkan ada seseorang yang mata nya minus dan dia berusaha mencari kacamata yang nyaman untuk dia, yang bisa membuat dia untuk melihat dengan jelas hidup ini, merasakan pait manis nya hidup ini, jadi bisa di bilang kacamata ini adalah pelengkap hidup orang yang bermata minus itu. Begitu pula dengan cinta, bukan kah tujuan cinta juga untuk melengkapi hidup kita? Untuk membuat kita merasakan hidup ini dengan jelas? Dan seperti itu lah penjelasan secara singkat nya. Dan menurut gue seseorang yang putus dari pasangan nya, mungkin mereka belum memakai "kacamata" yang tepat untuk hidup nya, sehingga mungkin hidup mereka belum jelas dan belum nyaman, dan mereka harus mencari "kacamata" lain untuk mereka pakai agar hidup mereka lebih jelas.